Donderdag, 18 April 2013

---KUTUKAN LIANA---

''KRIIIIING''.. jam weker berdering tepat menunjukkan pukul 6 pagi.
Dengan agak malas2an, sofi membuka matanya sebelum akhirnya duduk di ranjang besarnya yg empuk.
lalu dengan berat hati menyingkap selimut tebalnya, berjalan ogah2an ke kamar mandi.

''ah,, I hate monday..''
dia berkaca didepan cermin oval kamar mandinya.
Mungkin karena semalaman ia terlalu asik chating dengan teman2 semasa smu nya dulu ia sampai lupa waktu.
Sudah hampir dini hari ia baru bisa merebahkan diri diranjangnya.

''maaaa...liat kunci mobil ku ga??'' ia berteriak dari lantai dua.

''coba liat di atas kulkas, kayaknya kemarin mama taruh disitu'' mamanya tak kalah kera menyahut dari ruang makan.
Sementara ayah sofi hanya geleng-geleng kepala.

''aq berangkat ya mah, pah, udah telat nii.. Ucapnya seraya menyambar selembar roti di atas meja makan.
Ia berlari2 kecil menuju garasi, lalu melajukan sedan merah nya dgn cepat.

''aduuhhh,, moga2 gw ga terlambat. Mana dosennya killer lagi..'' ia berkata dalam hati.

*
Dikampus,
Sofi hampir menabrak tong sampah ketika memarkir mobilnya. Lalu berlari menaiki tangga,secepat kilat menuju kelas pagi ini.
Sampai di muka kelasnya ia bernafas lega, teman2nya masih terdengar mengobrol.
''syukurlaahh... Pak Sam blum dateng'' dengan tenang ia melangkah kedalam.
Langsung menemui sahabatnya.
''hai,,kenape lo telat. Untung pak Sam blom dateng. Coba kalo udah, dicekek loo..'' alya langsung menyerangnya..
Sofi hanya tertawa geli.

*
''srupuuuttt....''
sofi mengisap es tehnya, ia sedang bercerita pada alya bahwa semalam ia terlalu senang,ketika mendengar sahabatnya waktu smu dulu akan kembali dari jepang. Makanya dia chating dgn dua sahabatnya yg lain,agar minggu depan datang kerumahnya.
''Yah,itung2 reuni ga resmi lah..'' katanya pada alya.

Semua menyanggupi,minggu depan mereka akan berkumpul dirumah sofi dan menginap disana.

*
''al,gw balik dulu ya, lo bener ga mao bareng gw?''
Dari dalam mobil sofi berteriak pada alya.

''ga deh, gw mo nyari bahan dulu ke perpus.
Lo duluan aje deh..'' balasnya

Saat sofi tengah mengendarai mobilnya dengan agak santai,karena jalanan tidak macet, tiba2 matanya melihat sesuatu. Atau lebih tepatnya seseorang.
Orang yang dulu pernah dikenalnya.

Sosok misterius yg berjalan perlahan melewati mobilnya. Membuatnya mengerem mendadak dan menimbulkan suara berdecit.
Sosok yg mengenakan baju berwarna krem,dan rambut panjang tergerai.

Benarkah itu 'dia'?
Tapi sofi tak meragukan penglihatannya.
Ia tidak akan mungkin lupa dengan 'dia'..
Orang yg dikenalnya semasa smu.
Kenangan buruk itu kembali melintas.
Menampakkan bayangan gambar2 mengerikan yg menguak memory dalam otaknya.

bayangan tentang 'dia' yang menjerit..
Atau berteriak minta tolong.
Sampai akhirnya sesuatu yang paling mengerikan menimpanya..

Tapii,, bukankah 'dia' sudaahhh.....

Aahh,,sofi takut membayangkan apa yg muncul difikirannya.
Ia merasakan dingin di sekujur tubuhnya membayangkan kemungkinan itu.

Aq harus memberitahu yang lain, aq harus secepatnya menghubungi mereka..!!

Sofi menepi,memarkir mobilnya dibawah pohon akasia.
Meraih handphone dengan gemetar,,
Berkali2 salah memencet nmor,hingga berhasil menelpon Rida.

''halo,,ya ada apa sof..??'' rida menjawab panggilannya.

''..rida,,'dia' kembali..'' suara sofi bergetar.

''maksudmu 'dia' ,,??
Bukankah dia sudaahh....''
Rida tak mampu meneruskan kalimatnya. Entah kenapa kamarnya tiba2 mnjadi sunyi. Bahkan rida bisa mendengar degub jantungnya yg tak beraturan..
Dan ia merasa seseorang mengawasinya,,, disudut kamar ekor matanya menangkap bayangnnya.
'dia' datang untuknya..

''haloo,, rid,, kau masih disana?'' sofi masih menunggu jwaban temannya.

Sampai rida berkata dengan lirih..

''...'dia' disini sof,, 'dia' datang untuk membunuhku...''

''halo..haloo.. Ridaa,..
Sofi berteriak ketakutan sekaligus panik..
Ia mengkhawatirkan sahabatnya..
Lalu terdengar jawaban diseberang telponnya..

'' AAAAAAAAAAAAA............
TIDAAAAAAAAAAAAAKKKK..... !!!!!''

Sofi menjauhkan hndphone dari telinganya..
Ia ngeri mendengar jeritan rida..
Sofi membanting telponnya..
Menutup wajahnya.
Ia menangis sedih,, dan ketakutan..!!!

*
Bersambung

*
Siapa 'dia' dan apa yg di inginkannya,,???
Tunggu lanjutannya yaa..

Triiimmssss....

Geen opmerkings nie:

Plaas 'n opmerking